Kenapa tidak kita akhiri saja ini sebelum hatiku terkapar. enam atau lima bulan yang lalu mungkin, padhal sampai sekarang aku masih seperti waktu itu, stag malahan. kecuali hatiku yang semakin terjerat oleh dirimu, kecuali jiwaku yang semakin terkekang olehmu, kecuali mataku yang tak mampu melihat lagi selain melihatmu, dan mungkin akan memberikan cerita berbeda. Atau mari kita umpat saja pertemuan kita. Kita sumpahin saja, kenapa kita dipertemukan oleh ruang dan waktu?. Sehingga Tak perlu kita capek capek menghabiskan waktu yang tak berguna ini. Belum lagi sampai saat ini kita masih harus berjuang melawan pengingkaran pengingkaran diri. Yang ternyata kita masih saling bercinta, kita masih saling menyayang, kita masih saling memiliki.
Waktuku tak banyak hanya agar kau bisa terbunuh di jiwaku. Otakku tak muat menampung seluruh amarahmu. Aku tak sanggup membunuhnya. Terlalu indah, terlalu nikmat aku merasakan sakit ini.